RS Aliyah Ditekan Tak Terima Pasien, Warga: Ini Sudah Melampaui Batas Kemanusiaan

SUARAINTERAKTIF.COM,KENDARI – Konflik sengketa lahan di kawasan Tapak Kuda, Kota Kendari, kini memasuki babak yang mengkhawatirkan. Tekanan terhadap Rumah Sakit Aliyah agar tidak menerima pasien disebut telah menembus batas kemanusiaan.

Rumah sakit yang selama ini menjadi tumpuan ribuan warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan itu dikabarkan mendapat tekanan dari pihak tertentu menjelang penentuan batas lahan antara Kopperson dan masyarakat.

Kabar tersebut sontak memicu kemarahan warga dan keluarga pasien. Mereka menilai, larangan pelayanan kesehatan adalah tindakan kejam dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan serta hak asasi manusia.

” Rumah sakit bukan alat kepentingan siapa pun. Ini tempat kami berjuang untuk hidup. Menekan RS Aliyah sama saja mengorbankan kemanusiaan dan mengubur hak keluarga kami untuk hidup sehat,” ujar salah satu keluarga pasien dengan nada geram Rabu (8/10/25).

Masyarakat menegaskan bahwa hak atas kesehatan dijamin konstitusi, dan tidak ada alasan apa pun termasuk sengketa lahan yang dapat membenarkan penghentian pelayanan medis. Mereka mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk turun tangan melindungi dan memberikan kepastian hukum agar RS Aliyah bebas dari segala bentuk intervensi.

Di sisi lain, warga juga menyoroti dugaan kuat adanya peran mafia tanah yang mencoba membelokkan hukum dengan mengandalkan HGU (Hak Guna Usaha) yang telah kadaluwarsa untuk merampas hak masyarakat dan rumah sakit. Padahal, lahan tempat berdirinya RS Aliyah dan semua warga tapak kuda telah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) yang sah secara hukum.

” HGU yang sudah mati tidak bisa dijadikan dasar untuk merampas hak rakyat. Ini bentuk penyelewengan hukum dan tindakan yang sangat tidak manusiawi,” tegas salah satu tokoh masyarakat Tapak Kuda.

Baca Juga  Eksekusi Lahan Terganjal, Hakim PN Unaaha Diduga Bermain untuk Menangkan PT OSS

Selama ini, RS Aliyah dikenal luas karena pelayanan yang ramah, humanis, dan terbuka bagi masyarakat kecil. Rumah sakit ini bahkan aktif menjalankan program bantuan BPJS untuk warga tidak mampu, menjadikannya simbol kepedulian dan solidaritas kemanusiaan di Kota Kendari.

” Mereka yang menghalangi pelayanan RS Aliyah sama saja mematikan harapan rakyat kecil. Biarkan rumah sakit ini tetap menjadi tempat harapan, bukan korban dari kepentingan sempit dan opini menyesatkan,” ucap seorang keluarga pasien dengan mata berkaca-kaca.

Menanggapi situasi tersebut, pihak Manajemen RS Aliyah menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Mereka memastikan seluruh kegiatan medis dan program bantuan kesehatan untuk masyarakat kurang mampu tetap berjalan sebagaimana mestinya.

” Kami tidak terganggu sedikit pun. Aktivitas pelayanan di Rumah Sakit Aliyah tetap berjalan seperti biasa. Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar perwakilan manajemen RS Aliyah saat dikonfirmasi.