SUARAINTERAKTIF.COM,KENDARI – Penunjukan Abdur Rajab Saputra, S.Sos sebagai Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) Periode 2026–2030 berdasarkan Surat Keputusan DPP GPM Nomor 001/1.2/DPP.GPM/VI/2026 menjadi kabar yang disambut positif oleh berbagai kalangan, khususnya pemuda di Sulawesi Tenggara.
Kepercayaan yang diberikan kepada putra daerah Sultra tersebut dinilai bukan sekadar capaian personal, melainkan momentum penting bagi lahirnya peran yang lebih besar dari kader daerah dalam percaturan organisasi tingkat nasional.
Berbagai harapan pun mengemuka agar kepemimpinan Rajab mampu memperkuat konsolidasi internal organisasi, memperluas pengaruh GPM, serta menjadikan organisasi tersebut lebih progresif dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Ketua PKC PMII Sulawesi Tenggara, Awaludin Sisila, menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan besar atas amanah yang kini diemban Rajab.
”Saya mengucapkan selamat kepada Saudara Abdur Rajab Saputra. Amanah ini adalah kepercayaan besar sekaligus tantangan besar. Kami berharap beliau mampu membawa GPM memasuki babak baru yang lebih progresif, lebih produktif, dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Awaludin.
Menurutnya, terpilihnya Rajab pada posisi strategis tingkat nasional menjadi bukti bahwa kader muda dari daerah memiliki kapasitas untuk mengambil peran penting di tingkat nasional.
“Harapan kami sederhana tetapi besar. GPM harus semakin terdengar suaranya, semakin terasa manfaatnya, dan semakin kuat pengaruhnya. Rajab memiliki kesempatan untuk meninggalkan warisan kepemimpinan yang akan dikenang oleh kader-kader GPM di seluruh Indonesia,” katanya.
Awaludin menilai, di tengah berbagai tantangan generasi muda saat ini—mulai dari persoalan lapangan kerja, kualitas pendidikan hingga krisis kepemimpinan—GPM membutuhkan figur yang mampu menyatukan energi kader dan menghadirkan agenda organisasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Jabatan Ketua Harian DPP bukan sekadar posisi struktural. Itu adalah ruang pengabdian dan ruang pembuktian. Kami berharap Saudara Rajab mampu menjadikan GPM sebagai rumah besar kader-kader muda yang siap berkontribusi bagi bangsa dan negara,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator DANTAU GPM Sulawesi Tenggara, Abdul Rachman R, menilai amanah yang diberikan kepada Rajab menjadi peluang besar untuk mempercepat pertumbuhan organisasi sekaligus memperkuat eksistensi GPM di tingkat nasional.
“Kami percaya Saudara Rajab memiliki pengalaman, jaringan, dan kapasitas yang cukup untuk membawa GPM berkembang lebih jauh. Tantangan ke depan memang tidak ringan, tetapi justru di situlah kualitas kepemimpinan akan diuji,” ujarnya.
Ia mengatakan, kader-kader GPM di daerah juga menaruh harapan agar kepemimpinan Rajab mampu membangun hubungan yang lebih kuat antara pusat dan daerah sehingga seluruh potensi organisasi dapat bergerak secara selaras.
”Kami ingin melihat GPM bertumbuh, bukan berjalan di tempat. Kami ingin melihat kaderisasi yang lebih kuat, ekspansi organisasi yang lebih luas, serta program-program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Harapan itu kini berada di pundak Ketua Harian DPP yang baru,” katanya.
Menurutnya, pengangkatan Rajab bukan hanya tentang keberhasilan individu, tetapi juga peluang bagi GPM untuk menunjukkan bahwa organisasi kepemudaan masih memiliki daya hidup dan pengaruh di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat.
“Ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pembuktian. Banyak kader menaruh harapan agar kepemimpinan Saudara Rajab mampu membawa GPM menjadi organisasi yang lebih besar, lebih solid, dan lebih berpengaruh di Indonesia,” tutup Abdul Rachman.
Penunjukan Abdur Rajab Saputra sebagai Ketua Harian DPP GPM periode 2026–2030 pada akhirnya tidak hanya melahirkan optimisme, tetapi juga ekspektasi besar dari kalangan pemuda. Sebab, ukuran keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya terletak pada jabatan yang diraih, tetapi pada perubahan nyata yang mampu dihadirkan melalui kerja dan pengabdian.







